Rabu, 07 Oktober 2015

G 30 S/PKI



Latar belakang:
sejak D.N. Aidit terpilih menjadi ketua PKI tahun 1951, ia dengan cepat membangun kembali PKI yang porak-poranda akibat kegagalan pemberontakan tahun 1948. Usaha yang dilakukan D.N. Aidit berhasil dengan baik, sehingga dalam pemilihan umum tahun 1955, PKI berhasil meraih dukungan rakyat dan menempatkan diri menjadi satu dari empat partai besar di Indonesia, yaitu PNI, Masyumi, dan NV.

Tampaknya PKI berkeinginan merebut kekuasaan melalui parlemen pada masa Demokrasi Terpimpin. Di sarnping itu, mereka juga terlihat mempersiapkan diri untuk mencapai tujuannya, yaitu berkuasa atas wilayah Republik Indonesia. Untuk itu dibentuk biro khusus yang secara rahasia bertugas mempersiapkan kader-kader di berbagai organisasi politik, termasuk dalam tubuh ABRI. PKI juga berusaha memengaruhi Presiden Soekarno untuk menyingkirkan dan melenyapkan lawan-lawan politiknya. Hal ini tampak dengan dibubarkannya Partai Masyumi, PSI, dan Partai Murba oleh presiden. PKI juga berhasil memecah-belah PNI menjadi dua kelompok. Upaya itu ditempuh oleh PKI dengan menyusupkan ir.Surachman (seorang tokoh PKI ) ke dalam tubuh PNI.Setelah PKI merasa cukup kuat, dihembuskan isu bahwa pimpinan TNI Angkatan Darat membentuk Dewan Jenderal yang akan melakukan kudeta terhadap Presiden Soekarno pada saat peringatan Hari Ulang Tahun ABRI tanggal 5 Oktober 1965. PKI juga menyebutkan bahwa anggota Dewan Jenderal itu adalah agen Nekolim (Amerika Serikat atau Inggris). Tuduhan itu ditolak oleh Angkatan Darat, bahkan Angkatan Darat langsung menuduh PKI yang akan melakukan perebutan kekuasaan. Namun dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ABRI pada tanggal 5 Oktober 1965, puluhan ribu tentara telah berkumpul di Jakarta sejak akhir bulan September 1965, sehingga dugaan-dugaan akan terjadinya kudeta semakin bertambah santer.

Kronologi:
Menjelang terjadinya peristiwa G3OS/PKI, tersiar berita bahwa kesehatan presiden mulai menurun dan berdasarkan diagnosis dan tim dokter RRC ada kemungkinan Presiden Soekamo akan lumpuh atau meninggal. Setelah mengetahui keadaan Presiden Soekarno seperti itu, D.N. Aidit langsung mengambil suatu keputusan untuk memulai gerakan. Rencana gerakan diserahkan kepada kamaruzaman (alias Syam) yang diangkat sebagai Ketua Biro Khusus PKI dan disetujui oleh D.N. Aidit. Biro Khusus itu menghubungi kadernya di kalangan ABRI, seperti Brigjen Supardjo, Letnan Kolonel Untung Dari Cakrabirawa, Kolonel Sunardi dan TNI-AL, Marsekal Madya Omar Dani dan TNT-AU dan Kolonel Anwar dan Kepolisian.

Menjelang pelaksanaan Gerakan 30 September 1965, pimpinan PKI telah beberapa kali mengadakan pertemuan rahasia. Tempat pertemuan terus berpindah dan satu tempat ke tempat yang lainnya. Melalui serangkaian pertemuan itu, pimpinan PKI menetapkan bahwa Gerakan 30 September 1965 secara fisik dilakukan dengan kekuatan militer yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung, Komandan Batalyon I Resimen Cakrabirawa (Pasukan pengawal Presiden) yang bertindak sebagai pimpinan formal seluruh gerakan.

Sebagai pemimpin dari Gerakan 30 September 1965, Letnan Kolonel Untung mengambil suatu keputusan dan memerintahkan kepada seluruh anggota gerakan untuk siap dan mulai bergerak pada dini hari 1 Oktober 1965. Pada dini hari itu, mereka melakukan serangkaian penculikan dan pembunuhan terhadap enam perwira tinggi dan seorang perwira pertama dan Angkatan Darat. Para perwira Angkatan Darat disiksa dan selanjutnya dibunuh. Mereka dibawa ke Lubang Buaya, yaitu satu tempat yang terletak di sebelah selatan pangkalan udara utama Halim Perdana Kusuma. Selanjutnya para korban itu dimasukkan ke dalam satu sumur tua, kemudian ditimbun dengan sampah dan tanah. Ketujuh korban dan TNI-Angkatan Darat adalah sebagai berikut:

1. Letnan Jenderal Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat atau Men Pangad).
2. Mayor Jenderal R. Soeprapto (Deputy II Pangad).
3. Mayor Jenderal Haryono Mas Tirtodarmo (Deputy III Pangad).
4. Mayor Jenderal Suwondo Parman (Asisten I Pangad)
5. Brigadir Jenderal Donald Izacus Panjaitan (Asisten IV Pangad).
6. Brigadir Jenderal Soetojo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman / Oditur).
7. Letnan Satu Pierre Andreas Tendean (Ajudan Jenderal A.H. Nasution).

Ketika terjadinya penculikan itu, Jenderal A.H. Nasution yang juga menjadi target penculikan berhasil menyelamatkan diri setelah kakinya tertembak. Namun, putrinya yang bernama Ade Irma Suryani menjadi korban sasaran tembak dan kaum penculik dan kemudian gugur. Ajudan Jenderal A.H. Nasütion yang bernama Letnan Satu Pierre Andreas Tendean juga menjadi korban. Sedangkan korban lainnya adalah Pembantu Letnan Polisi Karel Satsuit Tubun. ia gugur pada saat gerombolan yang berusaha menculik Jenderal A.H. Nasution. Pada waktu bersamaan, G3OS/PKI mencoba untuk mengadakan perebutan kekuasaan di Yogyakarta, Solo, Wonogiri dan Semarang. Selanjutnya gerakan tersebut mengumumkan berdirinya Dewan Revolusi melalui RRI pada tanggal 1 Oktober 1965. Dewan Revolusi yang dipancarkan melalui siaran RRI itu dibacakan oleh Letnan Kolonel Untung. Sementara itu, Dewan Revolusi di daerah Yogyakarta diketuai oleh Mayor Mulyono. Mereka telah melakukan penculikan terhadap Kolonel Katamso dan Letnan Kolonel Sugijono. Kedua perwira TNI-AD ini dibunuh oleh gerombolan penculik di desa Kentungan yang terletak di sebelah utara kota Yogyakarta. 

Dampak:
Dampak dari tragedi ini sangatlah besar bagi rakyat indonesia. Semua orang menjadi tak percaya dengan PKI. Mereka selalu mengucilkan PKI dimanapun. PKI dianggap musuh bersama oleh masyarakat maupun pemerintah.dimana-mana terjadi bentrok antara masyarakat dengan PKI.
pemerintah juga sangat keras terhadap PKI. Setelah kejadian tersebut, pemerintah menggalakkan pasukan untuk memberantas PKI. PKI menurut pemerintahan orde baru adalah musuh yang berusaha menggantikan pancasila dengan ideologi komunis. Dengan pasukan pemberantasan PKI tersebut, kira-kira terdapat 2 juta anggota PKI yang berhasil ditumpass oleh pemerintah.
Selain itu, pemerintah juga mencoba memberikan kesan buruk kepadsa komunis. Pemerintah bahkan memberikan film tentang gerakan 30 september ini. film ini akan memberikan kesan buruk kepada PKI dan membuat masyarakat menjadi benci dengan PKI.
Kesimpulan:
 gerakan 30 september adalah gerakan yang misterius menurut saya. Banyak versi yang mengatakan siapa dalang atas kejadian tersebut. Namun yang menurut saya paling sohih adalah teori yang mengatakan bahwa pelaku gerakan ini adalah PKI. Bagaimana tidak? Mr.untung sebenarnya telah merencanakan ini sejak awal bulan september. Ia menyusun pasukanya sendiri untuk menggulingkan soekarno dari kursi jabatanya. Pada malam itu juga, ia memimpin 3 pasukannya yaitu pasukan pasopati,gatotkaca, dan bimasakti. Yang mana ketiga pasukan tersebutlah yang mengeksekusi para jendral. Kemudian, saat aidit,untung, dan para tokoh lainya tertangkap dan disidang, mereka mengkaku bahwa merekalah yang bersalah dan akhirnya mereka dijatuhi hukuman mati. Jadi, menurut saya, dalang dari gerakan 30 september ini adalah PKI.

impor lagi-impor lagi



Pada postingan saya kali ini, saya akan membahas tentang barang barang yang di impor oleh negara kita yaitu negara indonesia. Indonesia adalah negara yang sangat potensial akan sumber daya alam. Beribu-ribu pulau membentang dalam kesatuan negara republik indonesia. Pada masa orde baru, indonesia merupakan salah satu negara peng-ekspor beras terbesar di dunia. Namun, seiring berkembangnya zaman, indonesia semakin menurun tingkat ekspornya. Barang-barang impor sekarang telah merajalela di indonesia. hal-hal sepelepun sekarang indonesia mengimpor barang barang tersebut. Bahkan, indonesia yang dulunya menjadi peng ekspor beras terbesar, sekarang indonesia malah mengimpor beras dari negara tetangga seperti thailan dan filipina. Selain beras, berikut adalah barang-barang yang di impor oleh negara indonesia:
-Impor Bahan Baku dan Barang Penolong
-Impor Barang Konsumsi
-Impor Barang Modal
-Impor Beras
-Impor Pipa Besi dan Baja
-Impor pupuk
Barang barang tersebut bersumber dari badan statistika nasional. Dan kita lihat dari data tersebut bahwa indonesia mengimpor barang yang mana di dalam negeri pun sudah ada. Misal beras,minyak bumi,besi. Barang-barang tersebut masih banyak di temukan diberbagai wilayah di indonesia. Trus mengapa masih impor?

Kamis, 27 Agustus 2015

pahlawan kita memang sangat membanggakan. jasa-jasanya tak perah terlupakan oleh semua penduduk di Indonesia. perjuangan mati-matian menjadikan indonesia merdeka. juga mempertahankan kemerdekaan tersebut. mereka berjuang tanpa pamrih,ikhlas, dan sabar.

selain dikenang di negeri sendiri, mereka juga dikenang di berbagai negara di dunia. bahkan, di berbagai negara menjadikan namanya sebagai nama jalan yang ada di negara tersebut. siapakah pahlawan pahlawan tersebut? ini dia..
1. Ir.soekarno.
a. tempat: maroko
    nama jalan: rue soukarno
    sebab: karena soekarno mengizinkan kitab karangan ulama maroko untuk dikaji di indonesia.

b. tempat: mesir
    nama jalan: ahmed sokarno st.
    sebab: karena soekarno menjalin hubungan baik dengan mesir. terutama saat konferensi asia 
               afrika di bandung.

2. R.A. kartini
tempat: belanda
nama jalan: R.A. kartinistraat
sebab: karena ibu kartini memperjuangkan martabat perempuan dalam bukanya "habis gelap,terbitlah terang"
3. Moh.Hatta
tempat: belanda
nama jalan:mohammed hattastraat
sebab: karena kegigihanya dalam membetuk kemerdekaan Indonesia.
4.sutan syahrir
tempat: belanda
nama jalan:sjahrirstraat
sebab: beliau akrab dan dekat dengan para politisi di leiden,belanda.
5. munir said thalib
tempat: belanda
nama jalan: munirstraat
sebab: memperjuangkan hak asasi manusia.





Apa keuntungan dan kekurangn diplomasi??
ininih jawabanya:
keuntungan:
1. menyelesaikan maslah dengan damai
2. tidak memakan begitu banyak korban
3. mencegah terjadinya tindakan penyelesaian dengan jalur perang
4. permasalahan dipikirkan dengan cra kepala dingin, sehingg memutuskan dengan cara yang sehat.
kerugian:
1. diplomat bisa-bisa disandera atau diperlakukan tidak semestinya
2. banyak pelanggaran setelah keputusan diplomasi
3. membutuhkan waktu yang cukup lama prosesnya
4. belum tentu disetujui atau malah tidak ditanggapi.

Rabu, 26 Agustus 2015

abdul kadir wijoyoatmojo




Abdul Kadirwijoyo,, namanya jowo banget. Namun ia adalah pembela belanda saat perundingan renvile. Siapaka dia? Kok bisa begitu?kenapa? lho kok?
Oohh., ternyata ia sudah akrab dan selalu berpihak dengan belanda dari sejak dulu.Dia menghadiri sekolah Belanda dan mengikuti pelatihan Indologis di Universitas Leiden di bawah Christiaan Snouck Hurgronje yang merekomendasikan dia kepada Dewan Homegrown. Di sana ia bekerja sebagai administrator. Pada tahun 1919 ia menjadi sekretaris kedutaan besar Belanda di Jeddah di Kerajaan Arab Saudi sejak 1916. Pada tahun 1932 ia menjadi wakil konsul di Mekkah dan karenanya wakil Belanda tertinggi. Tepat sebelum pecahnya Perang Dunia II ia adalah seorang pegawai senior di New Guinea.. tuuh kan,, derajatnya tinggi di negeri belanda.
Teruuuss,,dari bulan Maret 1944 ia adalah seorang konsultan dalam pelayanan umum Letnan Gubernur Jenderal Hubertus van Mook bahwa pemerintah Belanda dari luar Hindia Belanda mencoba untuk memulihkan dengan Belanda Nederlansch Indies Civil Administration (NICA), dari 1946 Sekutu Militer Administrasi Sipil Urusan Cabang (AMACAB) dan setelah kepergian pasukan Inggris Departemen Administrasi Temporary). Dia sementara ketika Van Mook masih pada akhir perang, tokoh otoritas tertinggi di Belanda Hindia Belanda di Brisbane. Dia juga memainkan peran dalam pemulihan otoritas di India timur. Dia diangkat penduduk (sebagai kolonel dalam KNIL) dari Maluku.
Selain itu, dia dijuluki knight di orde singa belanda dan orde gajah putih. wow,, mantaabb..