Rabu, 26 Agustus 2015

abdul kadir wijoyoatmojo




Abdul Kadirwijoyo,, namanya jowo banget. Namun ia adalah pembela belanda saat perundingan renvile. Siapaka dia? Kok bisa begitu?kenapa? lho kok?
Oohh., ternyata ia sudah akrab dan selalu berpihak dengan belanda dari sejak dulu.Dia menghadiri sekolah Belanda dan mengikuti pelatihan Indologis di Universitas Leiden di bawah Christiaan Snouck Hurgronje yang merekomendasikan dia kepada Dewan Homegrown. Di sana ia bekerja sebagai administrator. Pada tahun 1919 ia menjadi sekretaris kedutaan besar Belanda di Jeddah di Kerajaan Arab Saudi sejak 1916. Pada tahun 1932 ia menjadi wakil konsul di Mekkah dan karenanya wakil Belanda tertinggi. Tepat sebelum pecahnya Perang Dunia II ia adalah seorang pegawai senior di New Guinea.. tuuh kan,, derajatnya tinggi di negeri belanda.
Teruuuss,,dari bulan Maret 1944 ia adalah seorang konsultan dalam pelayanan umum Letnan Gubernur Jenderal Hubertus van Mook bahwa pemerintah Belanda dari luar Hindia Belanda mencoba untuk memulihkan dengan Belanda Nederlansch Indies Civil Administration (NICA), dari 1946 Sekutu Militer Administrasi Sipil Urusan Cabang (AMACAB) dan setelah kepergian pasukan Inggris Departemen Administrasi Temporary). Dia sementara ketika Van Mook masih pada akhir perang, tokoh otoritas tertinggi di Belanda Hindia Belanda di Brisbane. Dia juga memainkan peran dalam pemulihan otoritas di India timur. Dia diangkat penduduk (sebagai kolonel dalam KNIL) dari Maluku.
Selain itu, dia dijuluki knight di orde singa belanda dan orde gajah putih. wow,, mantaabb..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar